Senin, 01 September 2014

Silahkan beri judul .

Untuk para pembaca, semoga terhibur dan bisa mengambil sisi positif dari artikel yang akan Saya buat, (bukan untuk diikuti) :)

Untuk awal artikel yang Saya buat ini mungkin terkesan menceritakan tentang manis pahitnya sebuah kehidupan nyata,
Lebih cocok, para pembaca yang memberi Judul untuk artikel ini. :)

Berbicara tentang hidup, kadang kita menilai dengan berbagai macam versi, ada yang mengira bahwa hidup teramat sulit, suram dan hancur, namun ada juga yang menilai hidup itu seperti madu yang dihidangkan dengan kurma disore hari, pastinya kita bisa membayangkan betapa indahnya kehidupan,
Padahal menurut Saya pribadi hidup itu seperti games, dimana wins and lose kita yang menentukan, bisa juga diibaratkan seperti menaiki lift, lantai berapa yang akan kita kehendaki, dan bukan menginjak eskalator yang sudah ditentukan oleh sistemnya,

Bicara tentang kehidupan, memang pada haqiqatnya kita seperti mobil remote controlnya Allah, yang bukan diri kita sendiri yang mengendalikan tujuan, namun dalam Al-Qur'an Allah sudah menjelaskan bahwa keinginan diberikan kepada setiap hambaNya, jadi sangat diharuskan untuk kita menjadi diri yang jauh lebih baik lagi,
Terlalu tinggi memang, jika disangkutpautkan pada Allah, tapi hanya sekedar cermin untuk kita lebih bersadar diri bahwa suatu hal tidak bisa dipaksakan untuk mengikuti ego diri,

Jangan terlalu serius, karna Saya buat artikel ini bukan karna ada maksud tertentu, melainkan hanya berbagi cerita kehidupan sahabat Saya, dan orang yang bersangkutan sudah menyetujui kisahnya dipublikasikan, berharap, bisa membuat para pembacanya merasa termotivasi untuk jauh lebih baik.

Sebut saja namanya Ivan, dengan postur tubuh yang terbilang cukup menarik, berkulit hitam manis, tinggi 169cm, memiliki wajah yang cukup tampan seusianya,
Sebenarnya Ivan tergolong orang berada dilingkungannya, sehari-harinya pun memakai kendaraan roda dua yang cukup mewah,
Namun fasilitas yang Ivan pakai masih dipenuhi oleh orangtuanya,

Ivan menikmati keadaannya yang terbilang mewah, hari demi hari Ivan lewati dengan menghambur-hamburkan uang, tanpa berfikir bagaimana sulitnya orang tuanya mencari nafkah untuknya,

Ivan mulai mengenal wanita (pacaran) berawal dengan wanita yang bernama Elin, pada saat itu Ivan sangat polos, hubungan yang Ivan jalani pun tidak sama sekali terbilang pacaran, mungkin lebih ke persahabatan yang dekat, Ivan menjalaninya dengan penuh kesenangan, sampai akhirnya Ivan memutuskan Elin karna jarak,

2bulan kemudian Ivan bertemu lagi dengan wanita yang bernama Yanti, cukup lama Ivan menjalin hubungannya dengan Yanti sampai Ivan pun mulai terjun dalam kemaksiatan, hubungan yang dikategorikan pacaranpun seakan tidak ada, Ivan melakukan hubungan intim dengan Yanti layaknya sepasang suami istri, tak kenal waktu dan tak kenal tempat, karna hasrat keduanya memang sangat tinggi,
Terus Ivan melakukan hal itu sampai berjalan hampir 1th.

Pada saat Ivan masih menjalani hubungan dengan Yanti, pada saat itu pula keluarganya tertimpa musibah, Ayahnya mengalami kecelakaan yang cukup parah yang mengharuskan Ayahnya dioperasi, dan seketika kehidupan Ivan pun jatuh merosot, keadaan yang tadinya serba ada serta mewah, semenjak musibah yang menimpa Ayahnya Ivan pun jatuh miskin, Ayahnya terancam dipecat dari kantor karna melihat usia Ayahnya pada waktu itu belum mencakup untuk mengambil pensiun,

Ayahnya dirawat cukup lama di RS didaerah jakarta, memakan waktu hampir 2th, yang membuat harta benda terjual untuk biaya RS Ayahnya, sampai Ibu dan adiknya pun harus ikut turun mencari uang untuk biaya RS Ayahnya,

Kejadian itu membuat Ivan depresi tinggi hingga Ivan pun harus putus dari sekolahnya, kian hari kehidupan Ivan semakin tak karuan, karna Ibunya pun sibuk selalu menemani Ayahnya di RS,

Hari demi hari Ivan lewati dengan kehidupan yang keras dijalanan, mencari uang sendiri untuk makan, mengamen sampai menjadi pemulung, terus-menerus Ivan melalui hidupnya yang penuh dengan penderitaan, sudah tidak bisa lagi menangis karna harus setiap hari berjalan dibawah terik matahari, melangkahkan kaki hanya untuk mencari sesuap nasi,

Lelah rasanya Ivan menjalani kehidupan yang keras ini, tangisan darah pun tak terbayar lagi demi untuk bertahan hidup,

Sampai pada akhirnya, Ayahnya pun pulang dari RS, untuk berobat jalan, karna melihat keuangan tidak lagi cukup kalau harus terus-menerus dirawat di RS,

Semakin hari kondisi Ayahnya semakin membaik, namun sudah difonis oleh dokter Ayahnya mengalami lumpuh, tapi masih ada kemungkinan untuk sembuh,

Ivan masih dengan kehidupannya yang perih, usianya yang masih terbilang muda, Ia harus menelan kerasnya kehidupan, sampai pada akhirnya Ivan pun merasa lelah dengan keadaannya, dan memilih untuk pulang, untuk melihat keluarganya,
Sesampainya Ivan dirumah Ivan merasa asing, bukan karna tidak dirindukan oleh orang tuanya, melainkan Ibunya yang sibuk mengurus Ayahnya,

Pada saat Ayahnya mulai pulih dari lumpuhnya, Ayahnya yang melihat Ivan hidup dengan kehidupan yang seharusnya tidak Ia rasakan, Ayahnya pun memerintahkan Ivan untuk masuk ke sebuah pesantren, berharap, agar Ivan mendapat kehidupan yang layak dan mendapat ilmu untuk bekal kelak nanti,

Bersambung...

Minggu, 31 Agustus 2014

Kata Bijak

Kehidupan dunia ini seakan
redup jika tak ada keindahan di dalamnya. Kata
mutiara yang keluar dari setiap manusia ialah
motivasi kehidupan bersifat nyata ketika hidup
dirundung kesedihan. Setiap kata bijak bisa menjadi
lumbung semangat bagi seseorang yang sedang
terpuruk. Bagaimana pun juga, hidup ini ada senang
dan susah, dalam setiap proses kehidupan ini harus
kita lalui dengan bijak, seperti mutiara yang takkan
pernah pudar cahayanya untuk menyinari lautan.
Kehidupan yang serba berubah-ubah ini menuntut
kita untuk selalu konsisten melakukan hal-hal yang
baik agar selalu menjadi manusia yang lebih baik
setiap saat.
Ya, terkadang adanya masalah dapat membuat kita
terbebani dan berada di posisi terpuruk, namun
memang disitulah letak dimana kita menguji
kesabaran dan bangkit kembali dengan semangat
baru dan kerja keras untuk menjadi sang
pemenang. Karena, kehidupan seperti sebuah
balapan lari yang kemenangan bisa diraih oleh
orang yang telah tertatih-tatih terlebih dahulu saat
latihan dan lalu merasakan manfaatnya sehingga
menjadi sang juara sejati. Tak bisa dipungkiri lagi
bahwa karakter hati setiap manusia itu memang
berbeda. Ada seseorang yang dengan mudah
menerima kenyataan hidup dengan bahagia, ada
juga yang sulit menerimanya.
Namun tentunya, selalu berpikiran positif menjadi
cara ampuh mengatasi segala masalah tersebut.
Banyak orang berbicara bijak karena ingin bangkit
dari kegagalan, namun nyatanya kegagalan terus
menghampirinya karena tak ada usaha yang nyata,
hanya sebatas berpikir dan berucap, lalu tidak
mengambil tindakan sungguh-sungguh.

cinta ibu*

Atas takdir seorang Ibu,
yang mengandung ku selama sembilan bulan,
yang melahirkan aku dengan derita, nyawanya Ia
pertaruhkan , demi aku yang lemah tak berdaya.
Maaf Ibu, jika hanya tangis yang dapat kuberikan
untukmu, ketika pertama kali kau tunjukkan aku
dunia.
Maaf Ibu. jika kau harus terbangun di kegelapan
malam, karena aku yang merengek kehausan.
Maafkan aku Ibu. anakmu ini, yang hanya bisa
mengadu dan meminta, dan kau selalu memberi tanpa
mengharapkan
imbalan jasa.
Tuhan...
Dosakah diriku ini, yang selalu merepotkan Ibu ?
Wanita bijaksana yang membesarkanku,
Mengajariku tentang arti kehidupan,
Dan Ibu yang senantiasa menjagaku tanpa
lelah,
Dan takkan pernah menyerah. ???